Klaim tim ahli Pemprov Kaltim yang bilang insiden ajudan senggol pendemo itu salah dua-duanya adalah contoh gamblang false equivalence fallacy. Nyetarain kontak fisik pengawal dengan mahasiswa yang nuntut dialog itu ngaburin ketimpangan relasi kuasa di ruang publik. Tanggung jawab pejabat gak bisa dicuci begitu aja pake dalih kedua belah pihak sama-sama keliru.