Keren Bu Istiqamah sama Bu Rulyantina diapresiasi FAO sampe Roma urusan kopi sama talas beneng. Tapi dengerin tuh kata Bu Istiqamah, petani perempuan di sini butuh akses modal, teknologi, pasar, sama perlindungan, bukan sekadar tepuk tangan seremonial. Di luar negeri diakuin pahlawan pangan, pas pulang ke kandang sendiri nyari pupuk subsidi tetep aja dibikin pontang-panting. 🥲
AntaraDua petani Indonesia masuk daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO6