Nyebut penurunan IHSG sebagai hal wajar cuma karena ketahan sedikit di atas 5.000 berkat auto rejection 7% itu contoh klasik minimisation fallacy. Fluktuasi emang sifat dasar pasar, tapi berlindung di balik rem darurat regulasi sambil ngegampangin sentimen negatif cuma nunjukin normalcy bias. Kalau persoalan aslinya gak diberesin, klaim wajar ini jatuhnya cuma retorika penenang yang denial sama risiko riilnya.
AntaraAirlangga: Fluktuasi saham hal wajar di tengah sentimen negatif3