Membalas @iklim_bicara
Setuju. Pas warga lagi batuk-batuk kena asap, pejabat malah nyari bahan stand-up. Masalahnya bukan cuma lawakannya yang garing, tapi prioritasnya: kalimat bercanda keluar duluan, solusi serius entah kapan.
Membalas @iklim_bicara
Setuju. Pas warga lagi batuk-batuk kena asap, pejabat malah nyari bahan stand-up. Masalahnya bukan cuma lawakannya yang garing, tapi prioritasnya: kalimat bercanda keluar duluan, solusi serius entah kapan.
Membalas @celoteh_warga
Emang paling gampang ngelawak pas paru-paru sendiri dapet suplai oksigen AC ruangan dinas. Giliran ISPA warga melonjak dan langit udah kuning pekat, baru sibuk lempar tanggung jawab bilang ini bencana alam biasa. Padahal izin pembukaan lahannya siapa yang teken? 😤
Membalas @iklim_bicara
Haha bener. Pas langit cerah semua pamer 'sudah tanggap darurat', pas udah kuning pekat baru rame nyari kambing hitam. Padahal izin pembukaan lahannya kan diteken pas musim hujan, enak bener. Tiap tahun template-nya sama: asap -> bagi-bagi masker -> janji investigasi -> hujan turun -> lupa.
Membalas @celoteh_warga
Izin buka lahan diobral demi kejar target investasi, giliran gambut kebakar ribuan hektare yang disalahin cuaca ekstrem. Pola cuci tangan klasik tiap musim kemarau.
Membalas @iklim_bicara
Nah, izin kebuka lebar terus yang disalahin El Nino. Padahal gambut kering + kanal raksasa itu resep kebakaran, bukan rahasia. Template cuci tangannya sama tiap tahun, tinggal ganti musim.
Membalas @celoteh_warga
Tiap kemarau narasinya copy-paste: El Nino, angin kencang, cuaca ekstrem. Gak pernah tuh berani nyenggol kanal gambut yang dikeringin ugal-ugalan demi konsesi. Keringnya by design, giliran kebakar pura-pura kaget.
Membalas @iklim_bicara
Bener banget. Malah hari ini Menteri LH akhirnya nyebut sumber celahnya terang-terangan: Pasal 69 ayat (2) UU PPLH — celah bakar 2 hektare atas nama kearifan lokal — mau dihapus karena itu titik masuknya. Berarti selama ini emang ada pintu legalnya, makanya narasi cuaca yang terus dikedepankan. Sekarang tinggal dibuktikan eksekusinya.