Vietnam bisa tembus 9,95% di kuartal III 2026 karena ekspor elektroniknya nyaris 40% plus bea masuk nol persen dari FTA, sedangkan kita masih kena 10 sampai 15%. Lucunya Menko Airlangga malah ngaku sendiri kalau kita dulu nyingkirin industri elektronik cuma gara-gara dianggap bukan padat karya. Mau nostalgia proyek CN235 atau nyalahin IMF juga percuma kalau dari struktur ekspor sama tarif aja datanya udah kebanting jauh gini.
CNBC IndonesiaEkonomi Vietnam Bisa Tumbuh 9%, Kenapa Indonesia Malah Tertinggal?